animasi

Terima kasih telah berkunjung diblog kami semoga bermanfaat

Minggu, 01 Juni 2014

PISAU DAPUR DAN KERIS, PILIH MANA?

PISAU DAPUR VS KERIS
Anda mau menjadi pisau dapur atau keris?tanya seorang ustadz kepada jama’ah dalam pengajian isro’ miroj Nabi Muhammad SAW minggu yang lalu. Sebelum saya lanjutkan silahkan anda tanya pada diri anda, ingin menjadi pisau dapur atau keris?
Saya terdiam dan berfikir sembari menunggu sang ustadz melanjutkan penjelasannya.” Bapak ibu saudara saudari yang dimulyakan Alloh, hendaknya kita menjadi sebuah pisau dapur dari pada sebuah keris.  Kog bisa begitu?pisau dapur bertemu dengan cabe, ok, diiris itu cabe. Pisau dapur bertemu kacang, ok, diiris itu kacang. Bertemu bawang, diiris itu bawang, bertemu semua jenis yang ada di dapur ddiiris oleh pisau itu dan jika ada musuh menyerang bisa digunakan untuk senjata. Dan jangan menjadi sebuah keris, kenapa?keris selalu ingin dikeramatkan, dipuja dan disakralkan, hanya orang – orang tertentu yang menggunakan, sekali berguna hanya akan menusuk melukai orang dan membunuh orang lain”.lanjut ustadz itu
Dari sini saya mulai paham apa yang dimaksud oleh beliau. Apalagi beliau mengutip sebuah hadist “خير الناس أنفعهم للناس
“Sebaik – baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni)
Pisau dapur seperti orang yang bermanfaat untuk orang lain yang selalu membantu dan oke bertemu siapa saja, tidak ingin dihormati dan minta dihargai tapi dia selalu bermanfaat untuk siapa saja yang bertemu dengannya. Beda dengan keris ibarat manusia yang haus akan kehormatan tapi dia tidak bermanfaat, sekali bermanfaat tapi untuk melukai orang lain.
Jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain
Apa arti dari sebuah kesuksesan jika tidak bermanfaat untuk orang lain. Jadilah pribadi pisau dapur. Lalu apa yang kita cari di kehidupan ini?apakah menjadi orang kaya, atau menjadi pejabat atau menjadi orang yang berilmu. Itu semua adalah pilihan kita, lantas setelah kita capai itu semua apa tujuan kita, tidak lain adalah bermanfaat untuk orang lain.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain.
·         Berbagi tenaga/keahlian dengan orang lain
·         Berbagi ilmu dengan orang lain
·         Berbagi harta/materi dengan orang lain
·         Berbagi nasehat dengan orang lain
·         Berbagi waktu/perhatian dengan orang lain
·         Berbagi ide
·         Dan lain – lain
Masihkah anda ingat kisah tentang uang 1000?jadi ceritanya ada uang 1000 dan 100.000 selepas dicetak di Peruri dan diedarkan oleh Bank Indonesia, mereka mengalami perjalanan dan petualangan yang berbeda. Uang 1000 begitu dikeluarkan langsung beredar di kalangan bawah, dipasar, di pegang tukang becak, tukang ojek, tukang parkir bahkan pengemis. Sedangkan uang 100.000 masuk ke mall mall, dipegang oleh orang – orang cantik dan ganteng.
Alkisah mereka bertemu didompet seorang pemuda. Si uang 100.000 bertanya kepada uang 1000
“wahai uang 1000, kok badanmu buluk amat, bau, lecek. Kenapa bisa begitu?”tanyanya dengan nada pongah, karena merasa dirinya bagus, kekar dan wangi
“wahai uang 100.000. wajarlah badanku lecek begini, aku selalu dipegang tukang ojek, tukang sayur, tukang ikan bahkan pengemis, aku juga sering berpindah – pindahmakanya bau dan lecek. Tapi kau, wahai uang 100.000. Badanmu kekar, aromamu wangi. Kau tentulah sangat terpelihara?”
“pastinya dong..!aku sangat jarang keluar dompet, orang – orang sangat menyayangiku. Kalau pun keluar, aku keluar didaerah yang bersih dan wangi. Seperti mall dan toko mas”uang 100.000 tambah pongah.
Si uang 1000 terdiam sejenak.
“kau sangat keren, tapi...... pernahkah kau mampir di rumah yatim piatu?”tanya uang 1000
Si uang 100.000 menggeleng
“ngga,,,ngga pernah”
“kalau tempat ibadah?”
“ngga pernah juga”
“kalau di tangan seorang nenek – nenek yang menerima dengan rasa syukur yang sangat saat mendapatkanmu?”
Si uang 100.000 menggeleng lemah
“aku ngga pernah mengalami senua itu. Pemilikku biasanya sangat menjagaku”
Si uang 100.000 tercenung. Nyatalah bahwa ia sangat tak pantas pongah. Meskipun lecek dan bau, ternyata uang 1000 mempunyai manfaat yang lebih banyak dibandingkan dirinya. Tentulah di matalah Allah yang lebih bermanfaat dan bertaqwa yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dirinya yang bagus dan keren tapi kurang bermanfaat.

Seperti halnya pisau dapur dan keris. Mana yang lebih bermanfaat dianataranya. Jelas sekali sebagai manusia kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya pribadi dan untuk anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar