PISAU DAPUR VS KERIS
Saya terdiam dan berfikir sembari menunggu sang ustadz
melanjutkan penjelasannya.” Bapak ibu saudara saudari yang dimulyakan Alloh,
hendaknya kita menjadi sebuah pisau dapur dari pada sebuah keris. Kog bisa begitu?pisau dapur bertemu dengan
cabe, ok, diiris itu cabe. Pisau dapur bertemu kacang, ok, diiris itu kacang. Bertemu
bawang, diiris itu bawang, bertemu semua jenis yang ada di dapur ddiiris oleh
pisau itu dan jika ada musuh menyerang bisa digunakan untuk senjata. Dan jangan
menjadi sebuah keris, kenapa?keris selalu ingin dikeramatkan, dipuja dan
disakralkan, hanya orang – orang tertentu yang menggunakan, sekali berguna hanya
akan menusuk melukai orang dan membunuh orang lain”.lanjut ustadz itu
Dari sini saya mulai paham apa yang dimaksud oleh beliau. Apalagi
beliau mengutip sebuah hadist “ خير الناس أنفعهم للناس
“Sebaik – baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk
orang lain” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni)
Pisau dapur seperti orang yang bermanfaat untuk orang lain
yang selalu membantu dan oke bertemu siapa saja, tidak ingin dihormati dan
minta dihargai tapi dia selalu bermanfaat untuk siapa saja yang bertemu
dengannya. Beda dengan keris ibarat manusia yang haus akan kehormatan tapi dia
tidak bermanfaat, sekali bermanfaat tapi untuk melukai orang lain.
Jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain
Apa arti dari sebuah kesuksesan jika tidak bermanfaat untuk
orang lain. Jadilah pribadi pisau dapur. Lalu apa yang kita cari di kehidupan
ini?apakah menjadi orang kaya, atau menjadi pejabat atau menjadi orang yang
berilmu. Itu semua adalah pilihan kita, lantas setelah kita capai itu semua apa
tujuan kita, tidak lain adalah bermanfaat untuk orang lain.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi
yang bermanfaat untuk orang lain.
·
Berbagi tenaga/keahlian
dengan orang lain
·
Berbagi ilmu dengan orang
lain
·
Berbagi harta/materi dengan
orang lain
·
Berbagi nasehat dengan
orang lain
·
Berbagi waktu/perhatian
dengan orang lain
·
Berbagi ide
·
Dan lain – lain
Masihkah anda ingat kisah tentang uang 1000?jadi ceritanya
ada uang 1000 dan 100.000 selepas dicetak di Peruri dan diedarkan oleh Bank
Indonesia, mereka mengalami perjalanan dan petualangan yang berbeda. Uang 1000
begitu dikeluarkan langsung beredar di kalangan bawah, dipasar, di pegang
tukang becak, tukang ojek, tukang parkir bahkan pengemis. Sedangkan uang
100.000 masuk ke mall mall, dipegang oleh orang – orang cantik dan ganteng.
Alkisah mereka bertemu didompet seorang pemuda. Si uang
100.000 bertanya kepada uang 1000
“wahai uang 1000, kok badanmu buluk amat, bau, lecek. Kenapa
bisa begitu?”tanyanya dengan nada pongah, karena merasa dirinya bagus, kekar
dan wangi
“wahai uang 100.000. wajarlah badanku lecek begini, aku
selalu dipegang tukang ojek, tukang sayur, tukang ikan bahkan pengemis, aku
juga sering berpindah – pindahmakanya bau dan lecek. Tapi kau, wahai uang
100.000. Badanmu kekar, aromamu wangi. Kau tentulah sangat terpelihara?”
“pastinya dong..!aku sangat jarang keluar dompet, orang –
orang sangat menyayangiku. Kalau pun keluar, aku keluar didaerah yang bersih
dan wangi. Seperti mall dan toko mas”uang 100.000 tambah pongah.
Si uang 1000 terdiam sejenak.
“kau sangat keren, tapi...... pernahkah kau mampir di rumah
yatim piatu?”tanya uang 1000
Si uang 100.000 menggeleng
“ngga,,,ngga pernah”
“kalau tempat ibadah?”
“ngga pernah juga”
“kalau di tangan seorang nenek – nenek yang menerima dengan
rasa syukur yang sangat saat mendapatkanmu?”
Si uang 100.000 menggeleng lemah
“aku ngga pernah mengalami senua itu. Pemilikku biasanya
sangat menjagaku”
Si uang 100.000 tercenung. Nyatalah bahwa ia sangat tak
pantas pongah. Meskipun lecek dan bau, ternyata uang 1000 mempunyai manfaat
yang lebih banyak dibandingkan dirinya. Tentulah di matalah Allah yang lebih
bermanfaat dan bertaqwa yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dirinya
yang bagus dan keren tapi kurang bermanfaat.
Seperti halnya pisau dapur dan keris. Mana yang lebih
bermanfaat dianataranya. Jelas sekali sebagai manusia kita ingin menjadi
manusia yang bermanfaat. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya pribadi dan
untuk anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar