animasi

Terima kasih telah berkunjung diblog kami semoga bermanfaat

Minggu, 11 Mei 2014

APA YANG MESTI KUKATAKAN PADANYA?


Aku tak tahu, bagaimana harus menuturkan kisah ini pada Anda. Kisah yang pernah ku alami sendiribebrapa tahun yang lalu sehingga mengubah total perjalanan hidupku. Sebenarnya aku tak ingin menceritakannya, tapi demi tanggung jawab dihadapan Allah, demi peringatan bagi para pemuda yang mendurhakai Allahdan demi pelajaran bagi gadis yang mengejar bayangan semu, yang disebut cinta, maka ku ungkapkan kisah ini.
Ketika itu, kami tiga sekawan. Yang mengumpulkan kami adalah kesamaan nafsu dan kesia – siaan. Oh tidak, kami berempat, satunya lagi adalah setan. Kami pergi berburu gadis – gadis. Mereka kami rayu dengan kata kata manis, hingga mereka takluk, lalu kami bawa ke sebuah taman yang jauh dan terpencil. Di sana, kami berubah menjadi serigala – serigala yang tak menaruh belas kasihan mendengar rintihan mohonan mereka, hati dan perasaan kami sudah mati.
Begitulah hari – hari kami di taman, di tenda, atau dalam mobil yang diparkir di pinggir pantai. Sampai suatu hari yang tak mungkin pernah aku lupakan. Seperti biasa kami pergi ke taman. Seperti biasa pula, masing – masing kami menyantap satu mangsa gadis, ditemani minuman laknat. Satu hal yang kami lupa pada saat itu adalah makanan. Segera salah seorang dari kami bergegas membeli makanan dengan mengendarai mobilnya. Saat ia berangkat, jam menunjukkan pukul jam enam sore. Bebrapa jam berlalu, tapi teman kami itu belum kembali. Pukul sepuluh malam, hatiku mulai tak enak dan gusar. Maka aku segera membawa mobil untuk mencarinya. Di tengah perjalanan, di kejauhan aku melihat jilatan api. Aku mencoba mendekat.
Aku hampir tak percaya dengan yang kulihat. Ternyata api itu bersumber dari mobil temanku yang terbalik dan terbakar. Aku panik seperti orang gila. Aku segera mengeluarkan tubuh temanku dari mobilnya yang masih menyala. Aku ngeri tatkala melihat separuh tubuhnya masak terpanggang api. Ku bopong tubuhnya lalu kuletakkan ditanah.
Sejenak kemudian, dia berusaha membuka kedua matanya, berbisik lirih “ Api... Apiii....”
Aku memutuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit dengan mobilku. Tetapi dengan suara campur tangis, ia mencegah :”tak ada gunanya...aku takkan sampai..”
Air mataku tumpah, aku harus menyaksikan temanku meninggal dihadapanku. Di tengah kepanikanku, tiba tiba ia berteriak lemah:”Apa yang mesti kukatakan padaNya?apa yang mesti kukatakan padaNya?”
Aku memandangnya penuh keheranan. :” Siapa?”tanyaku. dengan suara yang seakan berasal dari sumur yang amat dalam, dia menjawab “Allah”
Aku merinding ketakutan. Tubuh dan perasaanku terguncang keras. Tiba – tiba temanku itu menjerit, gemanya menyelusup ke setiap relung malam yang gelap gulita, lau kudengar tarikan nafasnya yang terakhir. Innaalillahi wainna ilaihi roji’un. Setelah itu hari hari berlalu seperti sediakala, tetapi bayangan temanku yang meninggal, jerit kesakitannya, api yang membakarnyadan lolongannya “Apa yang mesti kukatakan padaNya?” seakan terus membuntuti setiap gerak dan diamku.
Pada diriku aku bertanya:”Aku... apa yang harus aku katakan padaNya?”Air mataku menetes, lalu sebuah getaran aneh menjalari jiwaku. Saat puncak perenungan itulah, sayup sayup aku mendengar adzan subuh menggema. Aku merasa bahwa adzan itu hanya ditujukan padaku saja, mengajakku menyingkap fase kehidupanku yang kelam, mengajakku pada jalan cahaya dan hidayah. Aku segera bangkit, mandi dan wudhu, menyucikan tubuhku dari noda – noda kehinaan yang menenggelamkanku selam bertahun tahun.
Sejak saat itu aku tak pernah lagi meninggalkan sholat. Aku memuji Allah, yang tiada yang layak dipuji selain Dia. Aku telah menjadi manusia lain. Maha suci Allah yang mengubah berbagai keadaan. Dengan seizin Allah, aku telah menunaikan umrah. insyaAllah aku akan melaksanakan haji dalam waktu dekat, siapa yang tahu?umur ada ditangan Allah.

Diambil dari buku     : ukhti, apa yang menghalangimu untuk berjilbab?
Di kutip lagi di buku : jendela hati karya satria nova

Dan saya ketik kembali diblog saya... semoga bermanfaat. Hidayah bisa turun meski Cuma lewat cerita. Pada intinya perubahan itu sumbernya pada jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar