Santri berhamburan keluar dari madrasah diniyah. Sore itu senja mulai tampak dibarat tampak kuning keemasan. Angin membawa aroma sawah dari arah barat pesantren. Pesantren tampak sejuk dipandang berwarna hijau dan tak menampakkan keangkuhan. Sederhana dan nyaman. Masih terlihat hijau dan asri pohon pohon jati. Serta pohon kelapa yang tegap mengawasi santri dari arah depan dan belakang. Tampak seutas senyum dan gelak tawa santri di sore itu. Tapi, juga ada hati yang kangen memendam kerinduan pada orang tua dan keluarga. Karena demi tholabul 'ilmi dan bakti pada orang tua serta mengharap ridho Tuhan penguasaha ilmu yaitu Allah SWT rasa kangen itu pun menjadi sebuah nikmat.
"kang, tolong telfonkan ibuku untuk menjengukku"pinta seorang santri
"isbir ya akhi, bukan tidak boleh tapi dengan orang tuamu kesini rasa kangenmu lantas hilang yang ada antum akan selalu kangen pada beliau dan merasa berat untuk ditinggalkan" jawab musrif kamar tengah
"tapi kang..."
"sudah ya akhi, doakan saja beliau, sampaikan kangen antum melalui doa antum. Biarkan Alloh yang menyampaikannya pada ibumu"potong kang suranto musrif kamar tengah itu.
Angin sore itu pun berubah aromanya menjadi searoma sayur terong dan ikan asin. Para santri sudah berjajar antri makan di dapur pesantren. Seperti saat menanti antrian sembako dan tiket kereta api saat menjelang lebaran.
"huuuuuuuuuuuuu" terdengar suara para santri menegur temannya yang tidak mau antri
"afwan ya akhi "jawab ridho sambil cengengesan. dan berlalu diiringi sorakan dari teman temannya
"kang, tolong telfonkan ibuku untuk menjengukku"pinta seorang santri
"isbir ya akhi, bukan tidak boleh tapi dengan orang tuamu kesini rasa kangenmu lantas hilang yang ada antum akan selalu kangen pada beliau dan merasa berat untuk ditinggalkan" jawab musrif kamar tengah
"tapi kang..."
"sudah ya akhi, doakan saja beliau, sampaikan kangen antum melalui doa antum. Biarkan Alloh yang menyampaikannya pada ibumu"potong kang suranto musrif kamar tengah itu.
Angin sore itu pun berubah aromanya menjadi searoma sayur terong dan ikan asin. Para santri sudah berjajar antri makan di dapur pesantren. Seperti saat menanti antrian sembako dan tiket kereta api saat menjelang lebaran.
"huuuuuuuuuuuuu" terdengar suara para santri menegur temannya yang tidak mau antri
"afwan ya akhi "jawab ridho sambil cengengesan. dan berlalu diiringi sorakan dari teman temannya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar