animasi

Terima kasih telah berkunjung diblog kami semoga bermanfaat

Sabtu, 17 Mei 2014

MASA DEPAN

"Ayah, aku tidak begitu mengerti bagaimana takdir itu. Apakah itu seperti awan yang berarak mengikuti arus yang sudah ditetapkan, ataukah suatu yang bisa diperjuangkan. Entahlah aku belum begitu mengerti. Tapi, setelah pertarungan ini aku mengerti, mereka yang memilih cara kedua dalam memenuhi takdirnya adalah orang yang benar - benar kuat."(Neji Hyuga - Naruto manga)
Masa depan. Masa depan. Masa depan. Ahh omong apa kau?. Kau omong apa?. Apa yang kau omongkan?. Masa depan. Masa depan yang mana?. Keangkuhan, kesombongan atau kecongkakan yang kau katakan masa depan. Masa depan yang mana?. Masa depanmu kau nodai. Masa depanmu kau rusak. Masa depanmu kau robek. Masa depanmu kau cabut dari rohnya, kau tanamkan pada jiwamu rasa kedengkian. . Apa itu yang kau katakan masa depan?masa depan yang mana?. Ingatkan pada jiwamu ketika kau dilahirkan dari garba ibu. Kau ditimang sayang seraya ibu membisikkan kata cinta ditelingamu. “kau harus punya madece leee...madece...masa depan cerah. Sedangkan masa depanmu kau nodai, masa depanmu kau rusak, masa depanmu kau cabut dari rohnya, apa itu yang kau katakan masa depan? Masa depan yang mana jika kau taruh dengkulmu dikepalamu dan kepalamu didengkulku. Yang ada hanya madesu, masa depan suram.
Kata – kata diatas adalah potongan puisi yang berjudul madesu. Puisi itu diajarkan oleh seorang ustadz dari pondok pesantern al iman ponorogo. Beliau bernama ustadz Edi sujarwo pada tahun 2003 saat saya masih belajar di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran). Puisi itu dibaca saat JAMAIS (jambore anak islam) oleh seorang santriwati di TPA itu. Saya masih ingat ketika puisi itu dibacakan semua mata yang hadir didepan panggung hanya tertuju pada santriwati itu. Setelah selesai semua orang bertepuk tangan.
Dari bait puisi diatas kita harus sadar mau seperti apa kehidupan kita di masa depan. Masa depan yang penuh noda, masa depan yang telah kita rusak sebelum waktunya tiba atau masa depan yang cerah. Dari setiap orang tua pasti pasti menasehati anaknya untuk mempunyai masa depan yang cerah. Masa depan yang kita tunggu, tanpa kita tunggu pun pasti datang.
Suatu hari ada lomba cerdas cermat islami di tempat saya  bekerja. Pesertanya perwakilan dari setiap seksi di pabrik. Saat lomba berlangsung, saya merasa tak bisa apa – apa. Meski saya alumni madrasah tapi ternyata pengetahuan saya sangat kurang. Al hasil saya berada di juarra harapan. Saat itu saya sadar dan mengingat hal apa saja yang saya lakukan saat dimadrasah. Alangkah menyesalnya diri ini yang tak pernah serius saat belajar. Tidur saat pelajaran bahkan tak jarang mengerjakan tugas. Ini bagian dari penyesalan itu.
Kita harus mempersiapkan masa depan dengan lebih banyak belajar, lebih banyak berbuat, dan lebih banyak beribadah. Jangan sampai kita menyesal di masa depan karena ulah kita di masa lalu. Banyak orang bilang sejelek apapun masa laluku tapi masa depanku masih suci. Tapi kalau tidak kita biasakan dengan yang baik –baik dari sekarang bisa jadi masa depan kita bisa ternoda.
Mengulangi alur yang sama dalam kejelekan. Saat kita berbuat jahat, berbuat jelek dan kita mengikuti alur yang sama, sudah tentu kita akan mengulangi kesalahan yang sama. Saat anda berbuat baik dan anda mengikuti alur yang sama tentu Anda akan mengulangi alur kebaikan itu. Jadi perlunya kebiasaan baik untuk menyiapkan masa depan yang suci.
Pernahkah Anda melihat film power rangers? Yang setiap minggu ditayangkan disalah satu televisi swasta dinegeri ini. Ternyata power rangers pun mengulangi alur yang sama. Begitu pula dengan monster yang menyerang bumi. Setelah monster kalah, maka dia menjadi besar, para power rangers memanggil robot dan bergabung untuk mengalahkannya. Alur yang sama seperti itu sering terjadi. Begitu pula monster selalu kalah karena mengulangi kesalahan yang sama.
Kata guru bahasa indonesia saat masih di sekolah menengah pertama bahwa alur itu menentukan bagaimana cerita itu dibentuk. Jadi mari kita buat alur kehidupan kita menjadi alur yang lebih baik dari hari sebelumnya.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian. Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al – ‘Asshr : 1-3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar