"Ayah, aku tidak begitu mengerti bagaimana takdir itu. Apakah itu seperti awan yang berarak mengikuti arus yang sudah ditetapkan, ataukah suatu yang bisa diperjuangkan. Entahlah aku belum begitu mengerti. Tapi, setelah pertarungan ini aku mengerti, mereka yang memilih cara kedua dalam memenuhi takdirnya adalah orang yang benar - benar kuat."(Neji Hyuga - Naruto manga)
Masa depan. Masa depan. Masa depan. Ahh omong apa kau?. Kau
omong apa?. Apa yang kau omongkan?. Masa depan. Masa depan yang mana?. Keangkuhan,
kesombongan atau kecongkakan yang kau katakan masa depan. Masa depan yang mana?.
Masa depanmu kau nodai. Masa depanmu kau rusak. Masa depanmu kau robek. Masa
depanmu kau cabut dari rohnya, kau tanamkan pada jiwamu rasa kedengkian. . Apa
itu yang kau katakan masa depan?masa depan yang mana?. Ingatkan pada jiwamu
ketika kau dilahirkan dari garba ibu. Kau ditimang sayang seraya ibu
membisikkan kata cinta ditelingamu. “kau harus punya madece leee...madece...masa
depan cerah. Sedangkan masa depanmu kau nodai, masa depanmu kau rusak, masa
depanmu kau cabut dari rohnya, apa itu yang kau katakan masa depan? Masa depan
yang mana jika kau taruh dengkulmu dikepalamu dan kepalamu didengkulku. Yang
ada hanya madesu, masa depan suram.
Kata – kata diatas adalah potongan puisi yang berjudul
madesu. Puisi itu diajarkan oleh seorang ustadz dari pondok pesantern al iman
ponorogo. Beliau bernama ustadz Edi sujarwo pada tahun 2003 saat saya masih
belajar di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran). Puisi itu dibaca saat JAMAIS
(jambore anak islam) oleh seorang santriwati di TPA itu. Saya masih ingat
ketika puisi itu dibacakan semua mata yang hadir didepan panggung hanya tertuju
pada santriwati itu. Setelah selesai semua orang bertepuk tangan.
Dari bait puisi diatas kita harus sadar mau seperti apa
kehidupan kita di masa depan. Masa depan yang penuh noda, masa depan yang telah
kita rusak sebelum waktunya tiba atau masa depan yang cerah. Dari setiap orang
tua pasti pasti menasehati anaknya untuk mempunyai masa depan yang cerah. Masa depan
yang kita tunggu, tanpa kita tunggu pun pasti datang.
Suatu hari ada lomba cerdas cermat islami di tempat
saya bekerja. Pesertanya perwakilan dari
setiap seksi di pabrik. Saat lomba berlangsung, saya merasa tak bisa apa – apa.
Meski saya alumni madrasah tapi ternyata pengetahuan saya sangat kurang. Al hasil
saya berada di juarra harapan. Saat itu saya sadar dan mengingat hal apa saja
yang saya lakukan saat dimadrasah. Alangkah menyesalnya diri ini yang tak
pernah serius saat belajar. Tidur saat pelajaran bahkan tak jarang mengerjakan
tugas. Ini bagian dari penyesalan itu.
Kita harus mempersiapkan masa depan dengan lebih banyak
belajar, lebih banyak berbuat, dan lebih banyak beribadah. Jangan sampai kita
menyesal di masa depan karena ulah kita di masa lalu. Banyak orang bilang
sejelek apapun masa laluku tapi masa depanku masih suci. Tapi kalau tidak kita
biasakan dengan yang baik –baik dari sekarang bisa jadi masa depan kita bisa
ternoda.
Mengulangi alur yang sama dalam kejelekan. Saat kita berbuat
jahat, berbuat jelek dan kita mengikuti alur yang sama, sudah tentu kita akan
mengulangi kesalahan yang sama. Saat anda berbuat baik dan anda mengikuti alur
yang sama tentu Anda akan mengulangi alur kebaikan itu. Jadi perlunya kebiasaan
baik untuk menyiapkan masa depan yang suci.
Pernahkah Anda melihat film power rangers? Yang setiap
minggu ditayangkan disalah satu televisi swasta dinegeri ini. Ternyata power
rangers pun mengulangi alur yang sama. Begitu pula dengan monster yang menyerang
bumi. Setelah monster kalah, maka dia menjadi besar, para power rangers
memanggil robot dan bergabung untuk mengalahkannya. Alur yang sama seperti itu sering
terjadi. Begitu pula monster selalu kalah karena mengulangi kesalahan yang
sama.
Kata guru bahasa indonesia saat masih di sekolah menengah
pertama bahwa alur itu menentukan bagaimana cerita itu dibentuk. Jadi mari kita
buat alur kehidupan kita menjadi alur yang lebih baik dari hari sebelumnya.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian.
Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling
menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi
kesabaran (QS. Al – ‘Asshr : 1-3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar