animasi

Terima kasih telah berkunjung diblog kami semoga bermanfaat

Rabu, 14 Mei 2014

IBU

Siapa pun diri Anda, apapun profesi Anda, jangan pernah berhenti menginspirasi sesama.

Seorang ibu, setiap pagi setelah subuh bahkan sebelum subuh pergi ke pasar. Sang anak dibangunkan setiap pagi untuk sholat dan meneruskan sang ibu memasak. Baru setelah sang anak sholat, ibu itu pergi ke pasar. Hal seperti itu dilakukannya dari anaknya yang pertama sampai anaknya yang ke empat.
“nak bangun... “teriak ibunya. Tapi sang anak masih tertidur
“nak bangun,,jangan lupa ngasih kayu lagi di pawon, biar nasinya matang, itu sakumu dan adekkmu diatas tivi. Ibu mau berangkat kepasar”lanjut sang ibu
“nak bangun..”teriak sang ibu mengulangi dengan nada lebih keras. Sang anak bangun lalu sholat. Setelah sholat di lihatnya sang ibu sudah berangkat ke pasar. Di lihatnya diatas tivi ada uang dua ribu lima ratus. Seribu untuk adekknya dan seribu lima ratus untuknya.
Kebiasaan seperti itu terjadi sampai bertahun – tahun. Sampai saat sang anak yang ke empat itu lulus SMP. Sang anak Cuma bisa menurut karena tahu betul keadaan ibunya.
Saat penerimaan rapot atau rapat – rapat sekolah sang ibu tak bisa hadir karena di pasar. Bahkan waktu menerima hasil kelulusan pun sang ibu tak bisa hadir.
Sang anak memperhatikan sang ibu. Kenapa ibunya tak sama seperti ibu – ibu yang lainnya. Berangkat pagi, pulang siang dengan rasa capek yang amat sekali. Setelah istirahat sebentar sang ibu mencari rumput dan berpesan pada anaknya.
“jangan lupa ngasih makan sapi dan kambing, kasih minum juga, kalau garamnya habis ngutang dulu di mbok de”kata sang ibu sambil pergi
Dari tahun ketahun sang anak Cuma memperhatikan ibunya. Dan menuruti ibunya. Meski kadang – kadang lupa akan pesan ibunya tadi. Tak jarang sang ibu juga marah – marah. Sang anak ketakutan. Dan berfikir mungkin ibu sedang lelah.
Pada saat menjelang tahun ajaran baru sang anak ingin melanjutkan sekolah. Ibunya mengantarkannya ke sebuah pesantren, di antarnya anak itu di sebuah pesantren yang bagus. Dan mahal tentunya.
Saat liburan sekolah sang anak pergi ke pasar dan dilihatnya sang ibu sedang menggendong ember tempat tahu, diikuti sang ibu itu oleh anaknya dari belakang dari kejauhan. Setelah itu dilihatnya sang ibu menggendong satu karung kelapa, kemudian beras dan barang dagangan lainnya.
“jadi selama ini, ibuku pergi kepasar bukan untuk jualan. Tapi ibuku seorang kuli pasar”batin sang anak sambil meneteskan air mata. Dibayangkannya wajah sang ibu saat sebelum berangkat kepasar dan saat pulang dari pasar. Sedangkan sang anak disekolahkan ditempat yang bagus, bertingkat, mewah tanpa ia sadari kerja sang ibu sangat berat. Tak seperti yang dia kira ibunya ke untuk berjualan”lalu apa arti ibu setiap pulang bawa jajan,buah buahan”pikir sang anak “apa ibuku biar aku mengira beliau berjualan?”sang anak tambah hanyut.
Sang anak sesenggukan melihat ibunya dari jauh. Ingin rasanya lari memeluknya dan simpuh dikakinya.
Tibanya dirumah sang anak meminta pindah dari pesantren yang bagus itu. Sang anak tak sanggup melihat ibunya bekerja terlalu keras.” Ibu masih kuat nak nyari biaya buat kamu, yang penting kamu mau ngaji. Itu dah buat ibu senang”sang anak menangis memeluk ibunya
“gak apa apa bu, aku akan ngaji, tapi bukan ditempat yang mahal. Aku akan melanjutkan dipesantren yang tidak mahal tapi yang penting aku bisa meneruskan mengaji”kata sang anak disela tangisnya
Akhirnya sang ibu menyetujuinya. Sang anak pun pindah pesantren

Sang anak itu adalah aku, dan sang ibu itu adalah ibuku

Ibu aku sayang kamu. Salam kangen dan setetes air mata untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar